FUD Gunung 2015 JAWA TIMUR

setelah diberi saran oleh beberapa senior di palapsi

dan setelah banyak konsultasi serta pemikiran panjang..

aku memutuskan untuk tidak memandang sebelah mata budaya palapsi

NEVER GIVE UP!

aku tau, aku sadar konsekuensinya, aku paham akan ketahanan dan kepantasan atau kelayakanku berada menjadi anggota palapsi yang bukan pengurus bukan panitia bukan siapa-siapa. hanya anggota yang berharap bisa berproses bersama didalam organisasi yang sudah berumur ini.

semua sudah kupikirkan secara matang

Insha Allah

Aku, Hannisa Arina Zahra. Ica, Palapsiers 2013 yang dulu ikutan diklat di tahun pertamaku masuk ke psikologi ugm, langsung yakin gitu aja setelah melihat BKM Fair yang pada waktu itu ada 2 orang kakak angkatan yang menerangkan tentang palapsi.

aku pun langsung tertarik, senang bergegas mencari informasi lebih lanjut mengenai organisasi ini, sungguh senang diriku dimana diawal aku disambut dengan baik dan pengalaman ini memang sungguh signifikan dalam hidupku

saat aku dimarahi, saat aku dicaci, saat aku dilecehkan, saat aku ada di bawah. yah kalian tahu lah, aku berusaha untuk bangkit. aku berusaha dengan keras dibawah bimbingan seorang kakak angkatan 2012 yang kebetulan juga satu sma dengan saya dulu di teladan, mas mas ini lah yang membantu saya untuk tetap berada disini. di puncak kesadaran saya. *deep breath*

alhamdulillah

alhamdulillah

alhamdulillah

The Winner Never Quit, The Quitter Never Win

Semoga keselamatan, kebahagiaan, kepolosan dunia ini selalu ada didalam benak mas ini. hihi

intinya disini saya sudah mantap untuk ikut FUD. Divisi Gunung. Hanya Satu Pilihan Saja. Satu pilihan yang saya yakini. 2015, tahun emas bagi angkatan 2013, bismillah! 🙂

mohon dukungannya ya buat teman yang baca, terimakasih :’)

I’m gonna find someone someday who might actually treat me well

mau menjelaskan. biar gak ada misunderstanding (halah)

maksudku dengan an ordinary girl in an extraordinary live:

ya, aku memang hanya manusia biasa, hanya individu yang hidup di muka bumi yang diciptakan-Nya yang maha dari segala maha.

Jelas sudah bahwa hidup yang aku alami inilah yang luar biasa, bukannya hanya berpangku tangan dan menyerah kita sebagai manusia harus selalu berdoa, berusaha, berikhtiar, dan pada akhirnya harus tawakal.

itu aja sih, ga suka nulis blog panjang-panjang, bikin multi makna, wkwk.

The winner never quit, The quitter never win 😉

Cha, manusia emang makhluk sosial. Tapi bahagia itu pilihan individu. Jgn berharap org lain akan membahagiakan kmu, krena kebahagiaanmu itu tanggung jawabmu sendiri, bukan orang lain. Jangan gantungkan bahagiamu sama orang lain. Kmu yg memilih mau bahagia atau egk. Ketika kamu memutuskan utk membahagiakan dirimu sendiri dunia akan ikut membahagiakanmu dan bahagia bersamamu. Aku juga masih dalam proses melakukan itu

Seorang Kakak Angkatan yang Umurnya Sepantaran – Sabtu, 7 Maret 2015, Fakultas Psikologi UGM